Aku punya tabung. Tabung berisi oksigen. Sayang tabung terkunci. Hanya satu orang yang bisa membukanya. Yaitu seorang pemegang kunci. Agar bisa hidup, aku perlu oksigen. Aku sudah berusaha mendapatkan oksigen. Oksigen terkumpul. Sang pemegang kunci enggan membukakan tabungnya. Aku sudah sesak. Aku hampir mati. Aku sekarat... Sang pemegang kunci masih saja terdiam. Aku meronta-ronta. Aku kesulitan bernafas. Sang pemegang kunci masih juga diam....







Sedang lupa bagaimana caranya bermuka dua. Sedang lupa bagaimana tampaknya berpura-pura. Sedang lupa bagaimana rasanya kebal. Sedang lupa bagaimana itu definisi "datar". Mengeluh... Harus menerima hanya karena sudah semestinya. Harus mengiyakan hanya karena sudah ketentuan. Sudah sepatutnya dilahirkan untuk tidak memiliki harapan. Apa artinya harapan tinggi jika pada akhirnya hanya akan menjadi alas kaki penggunanya? DASAR TOLOL. Marah sekali lalu lupa lagi. Menggertak...




Yang satu dapat baju. Yang lain dapat sepatu. Yang satu kehilangan bandana. Yang lain kehilangan celana. Ada yang dapat sepatu, namun kehilangan talinya. Ada yang dapat pakaian, namun raib kancingnya. Ada yang dapat sepasang sepatu lusuh. Ada yang dapat sebelah sepatu bagus. Orang lihat aku punya pakaian. Tapi mereka tidak pernah tahu aku tidak punya kancingnya. Aku menilai dia punya sepasang sepatu. Tanpa...
Aneh. Kali ini ia tak begitu banyak menitikan air mata. Apa karena sudah terlalu banyak air mata yang ia teteskan kemarin ? Atau.. Karena kali ini ia memberikan waktu lebih lama untuk mengintimkan diri dengan Tuhan-nya sehingga sekarang ia sudah merasa jauh lebih baik? ...
Pagi ini terasa lebih lelah dari hari kemarin. Semalaman.. Gadis itu tertawa. Ia tertawa, tertawa dan tertawa bahagia. Sekilas.. Ia merasa jika dirinya akan baik-baik saja. Meski beberapa detik setelah itu ia sadar bahwa ia salah besar. ...




Aku pikir mereka yang terlalu kejam. Nyatanya aku yang terlalu diam. Aku pikir semua sama sepertiku. Nyatanya mereka diluar batas dugaanku. Aku pikir hidup sekecil ini. Nyatanya hidup sebesar itu. Aku pikir itu "tabu". Nyatanya aku saja yang tidak tahu. Mereka bilang aku berlebihan. Aku bilang mereka keterlaluan. Kadang berpikir. Apa harus aku yang salah? Tidak mengikuti seperti apa yang orang-orang juga lakukan....








"Kamar no 20" Mungkin akan selalu saya ingat. Iya ini memang tulisan yang saya peruntukan untuk mbaknya yang pernah membuat hati saya terluka sebagai sesama perempuan. Saya nulis bukan karena saya sayang banget sama mbak sampe mbaknya saya jadikan objek di tulisan saya. Anggap aja saya sekarang lagi kangen sama mbak, belum sempat bilang langsung karena mbaknya sudah jauh berada di pulau antah...