Perkara maaf memaafkan ini selalu menjadi hal yang rumit sepertinya. Seringkali saya bertanya kepada diri saya sendiri, memaafkan itu ketika bagaimana sih? Ketika kita sudah berucap "iya dimaafin" di mulut tetapi kemudian hati kita masih enggan bertatap muka esok hari karena masih ada rasa canggung dan teringat semua kejahatan-kejahatan orang tersebut kepada kita? Atau.. Ketika sudah dipertemukan dengan berjabat tangan di hari raya...






Aku tak pandai mengemudi. Ketika aku berjalan lurus, banyak orang menghambat perjalananku. Ibu ibu dengan seragam kantornya, remaja usia belasan dengan gendongan tas di pundaknya, bahkan kumpulan bocah kecil dengan seragam merah putihnya berlalu lalang hilir mudik memaksa kendaraanku untuk berhenti sejenak. Aku tak pandai mengemudi. Ketika aku lambat, maka aku harus siap jika aku disalip. Ketika aku cepat, maka aku harus siap...
Jika ku tegur hari jumat, mungkin tak akan ada hari sabtu Jika ku tanya hari sabtu, mungkin tak akan ada hari senin Jika ku ingatkan hari senin, mungkin tak akan ada malam selasa atau malam lain berikutnya Aku salah kali ini.... Untung Tuhan baik Tuhan tunjukkan di hari kamis Untung Tuhan baik Meski itu tak lantas membuat malam malam berikutnya membaik Mengapa....? Mengapa...