Gila.

By Astrid Khairina S - Juli 22, 2015

At night, everything seemed to be the same: a wave of thoughts eating him alive. Poison. He was drowning in poison. #blue #aesthetic #writing

Jika ia tak gila, maka pasti aku yang sudah gila.

Jika aku yang tak gila, maka sudah pasti ia gila.

“Aku tak tahan lagi” keluhnya. 

Lagi lagi mengapa mengatakan itu kepadaku? 

Kepada aku yang sama ingin perginya bila dihadapkan dengan “ia”.

Ku ikuti semuanya tanpa keluh.
Bukan..
Bukan karena aku setuju.
Tapi karena lelah rasanya untuk terus menerus mengeluh.

Untuk apa mengeluh jika pada akhirnya hanya akan berakhir dengan jawaban yang jelas sama?
Percuma!

"Some say that 'CatCat' is just a myth, others claim to have seen a flash of black and heard a feral growl as they arrived on the scene of crime where the criminals have been scratched all over and tied up with yarn. Who knows if 'CatCat' does exist? Here is the only photo ever taken of 'him'..."

Kenapa ya...
Kenapa Tuhan tidak merubah “ia”?

Mungkin.
Dari 100 permintaan yang selalu Tuhan kabulkan, hanya" ia" yang tak kunjung menjadi permintaanku yang terkabul.

•°•✧ Pinterest - @ Tanyacrumlishx•°•✧

Kadang..
Lebih baik diam.

Diam pun di hardik
Apalagi jika aku menentang? 
"Haha.. enyah sajalah kau astrid! Jangan cari perkara."
Nikmati saja sakitnya
Dan lihat seberapa jauh kau bisa bertahan.

IMG_8553
Lihat!
 Mengapa kini aku berbicara sendiri?
Nampaknya memang aku yang sudah gila bukan?

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar