Jika ia tak gila, maka pasti aku yang sudah gila. Jika aku yang tak gila, maka sudah pasti ia gila. “Aku tak tahan lagi” keluhnya. Lagi lagi mengapa mengatakan itu kepadaku? Kepada aku yang sama ingin perginya bila dihadapkan dengan “ia”. Ku ikuti semuanya tanpa keluh. Bukan.. Bukan karena aku setuju. Tapi karena lelah rasanya untuk terus menerus mengeluh. Untuk apa mengeluh jika...