Entahlah.

By Astrid Khairina S - Mei 13, 2013

“Kita sudah terlalu berbeda, sudah tidak dapat di satukan kembali”
Gadis itu terdiam sejenak.
Dahinya mengernyit, menyaring semua kata-kata yang masuk ke telinganya dalam-dalam.
Ada banyak kebenaran di balik kata-kata itu. Ia selalu tahu sejak dulu.
Tapi, ia juga tahu jika berharap menyatukan perbedaan itu tak ada yang sia-sia.

                                                               Il est parfois de ces instants d'éclair blanc où, immobile et figé dans la nuit d'une gare ou près d'un pont, mon cœur suit ta silhouette s'éloignant sous  la bruine. M'étreint alors l'écho de ta voix de mes matins d'enfance. {jy}


Kini keadaan sudah berbeda, ada sebuah keyakinan dalam dirinya jika ia harus berhenti berharap menyatukan sebuah perbedaan.
Ia harus berani mengatakan “YA” dan tegas bahkan dalam sesuatu yang sudah sepatutnya ia berlaku tegas sejak dulu.

Tanpa pikir panjang gadis itu mengiyakan.
Tak terlintas apaapun saat itu.
Hanya Kosong……..

Dan sekilas ia merasa bahwa dirinya akan baik-baik saja. 


Tapi entahlah..


Sebagian dari dirinya merasa tak yakin karena tak akan ada yang tahu bagaimana hari esok terjadi.
Ia hanya berharap hari esok masih akan sama seperti hari - hari biasanya.

(Diary 06 Mei 2013, Astrid Khairina. S)




  • Share:

You Might Also Like

0 komentar